Minggu, 04 April 2010

KIAT MENGHINDARI HIV/AIDS KONDOM BUKAN JAMINAN


KIAT

MENGHINDARI

HIV/AIDS

KONDOM BUKAN JAMINAN

Metode

Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan keji dan sejahat-jahat perjalanan serta terkutuk” (Q.S. Al Israa’, 17:32).

“Apabila perzinaan sudah meluas di masyarakat dan dilakukan secara terang-terangan (dianaggap biasa), maka infeksi dan penyakit mematikan yang sebelumnya tidak terdapat pada nenek-moyangnya, akan menyebar diantara mereka”. (H.R. Ibn Majah, Al Bazzr dan Baihaqi).

KIAT MENGHINDARI HIV/AIDS

1. Penularan HIV/AIDS terbanyak melalui perzinaan (seks bebas, perselingkuhan pelacuran dan homoseksual); namun penyakit kelamin ini dapat juga ditularan melalui transfusi darah, jarum suntikan dan bayi melalui tali pusar ibu.

2. Konsentrasi virus HIV/AIDS terbanyak terdapat pada cairan liang senggama, sperma dan darah.

3. Untuk menghindari tertular dari virus HIV/AIDS, hendaknya:

a. Hindari perbuatan yang mengarah pada perzinaan, misalnya pornografi dan pornoaksi.

b. Hindari perzinaan itu sendiri (seks bebas, perselingkuhan, pelacuran dan homoseksual).

c. Pastikan bahwa darah untuk tranfusi tidak tercemar virus HIV/AIDS.

d. Pastikan bahwa jarum suntik yang digunakan baru dan steril.

4. Perihal penggunaan kondom untuk perzinaan (seks bebas, perselingkuhan, pelacuran dan homoseksual):

a. Tidak aman 100%. Kondom untuk mencegah sperma bukan untuk virus. Kegagalan kondom untuk KB (sperma) 20%. Perbandingan sperma dan virus adalah 450:1.

b. Meskipun menggunakan kondom untuk perzinaan, tetap haram hukumnya.

5. Perihal material kondom itu sendiri mengandung kelemahan:

a. Bahan kondom terbuat dari karet (latex) yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan polimerisasi; yang berarti berserat dan berpori (bagaikan tenunan kain).

b. Pori-pori kondom dan virus HIV/AIDS hanya dapat dilihat melalui elektron mikroskop.

c. Besarnya pori-pori kondom dalam keadaan tidak meregang 1/60 mikron, kalau meregang 10 kalilebih besar.

d. Kecilnya virus HIV/AIDS 1/250 mikron.

6. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk pembuatan kondom oleh pabrik:

a. Jumlah cacat lubang kecil mikroskopis (pinholes) maksimum 0,4% berdasarkan uji kebocoran dengan pengisian 30 ml air pada suhu kamar.

b. Memenuhi standar ASTMD3492 – 83.

c. Luas kondom = 80 cm2

d. Jumlah pinholes maksimum 0,4% x 80 cm2 = 4/1.000 x 8.000 mm2 = 32 mm2.

e. Satu buah pinholes kalau lubangnya berdiameter 0,01 mm atau 10 mikron, maka banyaknya pinholes dalam 1 kondom ada 3.200 buah. Dan kalau berdiameter pinholes 1 mikron, maka akan terdapat 32.000 Pinholes per kondom.

7. Penggunaan kondom untuk KB:

a. Kegagalan mencapai 20%.

b. Sperma dapat dilihat dengan mikroskop biasa, sedangkan virus HIV/AIDS dengan elektron mikroskop.

c. Di Indonesia setiap tahunnya terdapat 3,5 juta kehamilan yang tidak diinginkan, 60% diantaranya minta diaborsi.

d. KB pada zaman nabi Muhammad SAW. Dilakukan dengan cara senggama terputus (‘azl).

8. Pada pecandu narkotika penulran virus HIV/AIDS dapat terjadi melalui:

a. Seks bebas. Pengunaan NAZA (Narko-tika,alkhohol & Zat Adiktif) dapat melemahkan fungsi kontrol diri, sehingga dorongan seksual tidak terkendalikan.

b. Jarum suntik yang sipakai bergantian dan sudah tercemar oleh virus HIV/AIDS.

9. Provokator penularan HIV/AIDS adalah perzinaan sebagai akibat dari:

a. Pornografi dan pornoaksi.

b. NAZA (Narkotika, Alkohol& Zat Adiktif).

10. Bagi penderita HIV/AIDS terapi atau pengobatan yang diberikan memakai sistem terpadu, yaitu meliputi:

a. Terapi medis dan psikofarmaka, untuk memperkuat daya tahan tubuh dan melemahkan virus HIV/AIDS, serta obat anti cemas dan anti depresi.

b. Terapi psikologis, misalnya psikoterapi suportif untuk jangan sampai putus asa.

c. Terapi sosial , misalnya tidak menularkan penyakit ini kepada orang lain.

d. Terapi psikoreligi (agama), dengan maksud supaya penderita memperoleh kekuatan iman dan takwa serta kesabaran terhadap musibah ini dan juga guna memperoleh ampunan dari Allah SWT.

11. Meskipun hingga kini dan 10 tahun mendatang penyakit HIV/AIDS ini belum tentu ditemukan obatnya yang mampu membunuh virus dan masa inkubasi antara 5-10 tahun, maka hendaknya penderita:

a. Selama hayat masih dikandung badan banyak berbuat amal kebajikan.

b. Tidak mengulang perbuatan itu lagi (perzinaan dan penyalahgunaan NAZA).

c. Perbanyak istighfar (permohonan ampun kepada Allah SWT.), sholat, berdoa dan berzikir (mengingat Allah).

12. Kesimpulan:

Dari uraian singkat tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa:

a. Efektifitas kondom untk KB saja tidak 100% aman (kegagalan 20%), apalagi untuk mencegah penularan virus HIV/AIDS tidak efektif 100%. Perbandingan sperma dengan virus = 450 : 1).

b. Kondom yang beredar di pasaran di Amerika yang terkenal dengan kualitas kondomnya saja bocor 30% (di luar pori-pori kondom).

c. Di Indonesia kondom yang dijual di ATM, kios obat di pinggir jalan, di apotik yangterkenal sinar lampu, sinar matahari, apalagi sudah kadaluwarsa, tidak ada hjaminan efektifiasnya untuk mencegah sperma apalagi untuk mencegah virus HIV/AIDS.

d. Kondom harus disimpan di tempat yang dingin (20°) dan kering. Kondom apabila dipakai pada alat kelamin laki-laki pada suhu 37° dan liang senggama wanita juga pada suhu 37°, tidak ada jaminan virus HIV/AIDS tidak menembus.

e. Yang paling efektif 100% aman adalah tidak melakukan perzinaan (seks bebas, perselingkuhan, pelacuran dan hiomoseksual), transfusi darah dan jarum suntik yang tidak tercemar oleh virus HIV/AIDS.

f. Bagi mereka yang tertular virus HIV/AIDS melalui perzinaan dan NAZA segeralah bertobat mohon ampun kepada Allah SWT; dan tidak menularkan pada orang lain. Sesungguhnya Allah SWT. Maha pengasih, penyayang dan pengampun.

g. Bagi mereka yang tertular vieus HIV/AIDS tidak melalui perzinaan dan NAZA (misalnya melalui tranfusi), hendaklah bersabar dan tawakal atas musibah yang menimpanya.

h. Selain terapi medis, sholat, berdoa dan berzikir dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus HIV/AIDS.

i. Badan POM Amerika (FDA) memberi persyaratan bahwa pada setiap kemasan kondom dicantumkan peringatan bahwa kondom untuk sperma bukan untuk virus.

INFORMASI:

MENTAL HEALTH CENTER

HAWARI & ASSOCIATES

Alamat:

Perumahan Tebet Mas Indah E-5

Jl. Tebet Barat I, Jakarta 12810

Telp. 021-8298885/8299857

Fax: 021-8299857

Email: hanfseni@cbn.net.id

Website: www.dadang-hawari.org

KIAT MENGHINDARI NARKOBA/NAZA (Narkotika, Alkohol & Zat Adiktif)


KIAT MENGHINDARI NARKOBA/NAZA

(Narkotika, Alkohol & Zat Adiktif)

Metode

Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater

“Mereka bertanya kepadamutentang khamar (alcohol/minuman keras) dan judi : “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya” (Q.S. Al Baqarah, 2 : 219).

“Setiap zat, bahan, atau minuman yang dapat memabukkan dan melemahkan akal sehat adalah khamar dan setiap khamar adalah haram”. (H.R. Abdullah bin Umar r.a).

KIAT MENGHINDARI NARKOBA/NAZA

(Narkotika, Alkohol & Zat Adiktif)

1. Yang dimaksud dengan NAZA adalah Narkotika (ganja, heroin / “putaw”, kokain), Alkohol (minuman keras), Amfetin (misalnya : ekstasi,”shabu-shabu’, inex), tembakau (rokok) serta zat adiktif lainnya, yang menimbulkan ketagihan dan ketergantungan.

2. Mengkonsumsi NAZA akan mengakibatkan gangguan pada sinyal penghantar saraf (neuro-transmitter) sel-sel saraf otak, sehingga pikiran, perasaan dan perilakunya atau akal sehatnya menjadi terganggu (error). Atau dengan kata lain naza mengakibatkan gangguan mental dan peilaku.

3. Seseotang yang mengkonsumsi naza tidak lagi dapat membedakan mana yang mudharat dan mana yang manfaat, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang halal dan mana yang haram, mana yang boleh, serta mana yang melanggar hukum dan yang tidak melanggar hukum.

4. Secara umum gangguan mental dan perilaku akibat mengkonsumsi naza adalah sebagai berikut:

a. Meninggalkan ibadah yang semula rajin

b. Berbohong yang semula jujur

c. Membolos yang semula rajin

d. Meninggalkan rumah (minggat)

e. Bergaul bebas (seks bebas/perzinaan)

f. Menjual barang, mencuri, tindak criminal

g. Prestasi belajar merosot (drop out)

h. Melanggar disiplin yang semula taat

i. Merusak barang-barang alat rumah tangga

j. Mengakali dan melawan orang tua

k. Pemalas (enggan merawat diri)

l. Suka mengancam, tindak kekerasan, berkelahi

m. Sering mengalami kecelakaan lalu lintas.

5. Komplikasi medik yang terjadi pada NAZA antara lain penyakit jantung, paru liver, ginjal, HIV/AIDS dan organ tubuh lainnya.

6. Kematian pecandu NAZA terutama disebabkan karena overdosis, komplikasi medic, perkelahian dan kecelakaan/kecelakaan lalu lintas.

7. Untk menghindari NAZA maka jangan mencoba-coba, sebab sekali mencoba-coba, sebab sekali memcoba bagaikan ikan kena pancing (kail) dan sukar melepaskan diri, yang pada gilirannya jatuh dalam ketergantungan dengan segala akibatnya.

8. Hindari rokok, karena rokok adalah pintu pertama ke NAZA; rokok termasuk zat adiktif (menimbulkan ketagihan/mental adiktif). Rokok sudah mendapat peringatan dari pemerintah.

9. Oleh karena itu matikan rokok anda sebelum rokok mematikan anda.

10. Kalau rokok sudah diperingatkan oleh pemerintah, maka sudah seharusnya alkohol (minuman keras) pun mendapat peringatan keras dari pemerintah. Alkohol merupakan provokator bagi tindak kriminal (perkosaan, pembunuhan, kerusuhan dan tindak kekerasan lainnya).

11. Karena NAZA hukumannya haram, maka mencoba-coba tidak boleh, meskipun sedikit apalagi banyak.

12. Orangtua hendaknya memantau perkembangan/pergaulan putera-puterinya serta menanamkan sejak dini bahwa NAZA haram sebagaimana babi hukumannya haram.

13. Hati-hati dalam pergaulan dan memilih teman, sebab kebanyakan dari mereka yang mencoba-coba berawal dari pengaruh teman. Kalau anda bergaul dengan tukang kembang, ikut wangi; kalau bergaul dengan tukang ikan, ikut amis.

14. Jadikan diri anda bagaikan ikan di laut, air lautnya asin tetapi ikannya tidak.

15. Prinsip berobat bagi mereka yang sudah terlanjur mengkonsumsi NAZA adalah berobat dan bertobat, dengan metode sistem terpadu yaitu terapi medis, psikologis, sosial dan agama (bio-psiko-sosial-spritual, WHO 1984).

16. Segeralah bertobat dan berobat sebelum anda terperangkap atau maut menjemput.

17. Untuk menghindari kekambuhan, hindari pergaulan dengan teman-teman pemakai, kalau timbul sugesti (craving) atau stress (frustasi) segera ke dokter jangan ke Bandar.

18. Hasil penelitian (Hawari, 2001):

a. Dark number = 10, artinya 1 pecandu naza jenis opiate (heroin, “putaw”) yang terdata terdapat 10 orang lainnya yang ada di masyarakat (tidak terdata).

b. Angka kematian pada pecandu naza jenis opiat (heroin, “putaw”) karena over dosis mencapai 17,16%.

c. Komplikasi medic pecandu naza jenis opiat (heroin, “putaw”) berupa kelainan paru (bronchitis, brochopnuemonia) 53, 37%; gangguan fungsi liver 55,10% hepatitis C 56,63%.

d. Kekambuhan (angka rawat inap ulang) dari 2.400 pecandu naza jenis opiat (heroin, “putaw”) selama 2 tahun, yang kambuh 293 atau 12,215.

e. Dari 293 (12,21%) kekambuhan disebabkan karena:

- Pengaruh teman 171 (58,36%)

- Sugesti 68 (23,21%)

- Sters, frustasi 54 (18,43%)

f. Hubungan antara kekambuhan dengan ketaatan beribadah:

- Rajin beribadah 20 (6,83%)

- Kadang-kadang 63 (21,50%)

- Tidak beribadah 210 (71,67%)

19. Prinsip penanggulangan NAZA adalah (a) supply reduction (memberantas peredaran NAZA) dan (b) demand reduction (tidak mengkonsumsi NAZA/say no to NAZA).

20. Pemerintah dan aparat hendaknya menegakkan hukum dengan tegas terhadap pelanggaran NAZA (penyelundupan, produsen dan pengedar). Sebab, banyaknya dan mudahnya NAZA diperoleh menyebabkan kekambuhan.

21. Tehadap pemakai/pecandu yang merupakan korban/pasien NAZA. Hendaknya menjalani terapi dan rehabilitasi dengan sistem terpadu (bio-psiko-sosial-spritual, WHO 1984).

22. Metode ini telah diakui oleh PBB sebagai metode ang berhasi (successful intervention, treatment and aftercare program), dipublikasikan oleh United Nations Office On Drugs And Crime, UN, New York, 2003.

Informasi:

Mental health center

Hawari & associates

Alamat:

Perumahan tebet mas indah e-5

Jl. Tebet barat I, jakarta 12810

Telp. 031-8298885/8299857

Fax: 021-8299857

Email: hanfseni@cabn.net.id

Website: dadang-hawari.org

Jumat, 12 Maret 2010

kisah motivasi: impian sang mahasiswi

* foto diatas diperankan oleh model dan tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan cerita yang disampaikan


IMPIAN SANG MAHASISWI

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.

Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku?"
Saya tertawa & dengan antusias menyambutnya, "Tentu saja boleh!".
Diapun memberi saya pelukan yang sangat erat.
"Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih muda dan tak berdosa seperti ini?" tanya saya berolok-olok.
Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."
"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.
"Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!" katanya.

Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab. Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagai pengalaman dan kebijaksanaannya.

Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami.
Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami.
Dia diperkenalkan dan naik ke podium.
Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai.
Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon.
Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat gugup.
Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya.
Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."

Saat kami tertawa dia membersihkan kerongkongannya dan mulai,
"Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua; kita menjadi tua karena kita berhenti bermain.
Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap bahagia, dan meraih sukses.
Kamu harus tertawa dan menemukan humor setiap hari.
Kamu harus mempunyai mimpi.
Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati.
Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun tidak mengetahuinya!"

"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa.
Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun.
Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di
tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan.
Setiap orang pasti menjadi tua.
Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat.
Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan. "Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat.
Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."

Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose".
Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu.
Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai.

Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.

Ingatlah, menjadi tua adalah keharusan, menjadi dewasa adalah pilihan.

*kisah diatas adalah kisah yang diceritakan oleh seseorang yang mudahan saja dapat kita ambil makna dari kisah tersebut.

Money is.....????


Money


Money can buy a house, but not a home.
Money can buy a bed, but not sleep.
Money can buy a clock, but not time.
Money can buy a book, but not knowledge.
Money can buy food, but not an appetite.
Money can buy position, but not respect.
Money can buy blood, but not life.
Money can buy medicine, but not health.
Money can buy sex, but not love.
Money can buy insurance, but not safety.

~ingatlah, uang bukanlah segalanya. Ada banyak sekali hal lain yang lebih
berharga dari sekedar uang.
Dan ingat jangan pernah membeli cinta. Kau tahu kenapa??? Karena cinta tidak bisa dibeli dengan harga berapapun.

*kisah diatas adalah kisah yang diceritakan oleh seseorang yang mudahan saja dapat kita ambil makna dari kisah tersebut.

kisah lucu: 2 negro dalam lift

* foto diatas diperankan oleh model dan tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan cerita yang disampaikan

2 Negro dalam lift


kisah ini terjadi di Atlantic City - AS, seorang wanita memenangkan sekeranjang koin dari mesin judi. Kemudian ia bermaksud makan malam bersama suaminya. Namun, sebelum itu ia hendak menurunkan sekeranjang koin tersebut di kamarnya. Maka ia pun menuju lift.

Waktu ia masuk lift sudah ada 2 orang hitam di dalamnya. Salah satunya sangat besar . . . Besaaaarrrr sekali. Wanita itu terpana. Ia berpikir, "Dua orang ini akan merampokku." Tapi pikirnya lagi, "Jangan menuduh, mereka sepertinya baik dan ramah."

Tapi rasa rasialnya lebih besar sehingga ketakutan mulai menjalarinya. Ia berdiri sambil memelototi kedua orang tersebut. Dia sangat ketakutan dan malu. Ia berharap keduanya tidak dapat membaca pikirannya, tapi Tuhan, mereka harus tahu yang saya pikirkan!

Untuk menghindari kontak mata, ia berbalik menghadap pintu lift yang mulai tertutup. Sedetik . . . dua detik . . . dan seterusnya. Ketakutannya bertambah! Lift tidak bergerak! Ia makin panik! Ya Tuhan, saya terperangkap dan mereka akan merampok saya. Jantungnya berdebar, keringat dingin mulai bercucuran.

Lalu, salah satu dari mereka berkata, "Hit the floor" (Tekan Lantainya). Saking paniknya, wanita itu tiarap di lantai lift dan membuat koin berhamburan dari keranjangnya. Dia berdoa, ambillah uang saya dan biarkanlah saya hidup.

Beberapa detik berlalu. Kemudian dia mendengar salah seorang berkata dengan sopan, "Bu, kalau Anda mau mengatakan lantai berapa yang Anda tuju, kami akan menekan tombolnya." Pria tersebut agak sulit untuk mengucapkan kata-katanya karena menahan diri untuk tertawa.

Wanita itu mengangkat kepalanya dan melihat kedua orang tersebut. Merekapun menolong wanita tersebut berdiri. "Tadi saya menyuruh teman saya untuk menekan tombol lift dan bukannya menyuruh Anda untuk tiarap di lantai lift," kata seorang yang bertubuh sedang.

Ia merapatkan bibirnya berusaha untuk tidak tertawa. Wanita itu berpikir , "Ya Tuhan, betapa malunya saya. Bagaimana saya harus meminta maaf kepada mereka karena saya menyangka mereka akan merampokku." Mereka bertiga mengumpulkan kembali koin-koin itu ke dalam keranjangnya.

Ketika lift tiba di lantai yang dituju wanita itu, mereka berniat untuk mengantar wanita itu ke kamarnya karena mereka khawatir wanita itu tidak kuat berjalan di sepanjang koridor. Sesampainya di depan pintu kamar, kedua pria itu mengucapkan selamat malam, dan wanita itu mendengar kedua pria itu tertawa sepuas-puasnya sepanjang jalan kembali ke lift.

Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya untuk makan malam.

Esok paginya bunga mawar dikirim ke kamar wanita itu, dan di setiap kuntum bunga mawar tersebut terdapat lipatan uang sepuluh dolar.

Pada kartunya tertulis: "Terima kasih atas tawa terbaik yang pernah kita lakukan selama ini."

Tertanda:
> Eddie Murphy
> Michael Jordan

kisah motivasi: mandikan aku ibu


Mandikan aku, Ibu

Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika. Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran. Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel''; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.

Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.

Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal? '' Dengan sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!'' Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.

Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak. ''Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.'' Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.

Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ''memahami'' orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.

Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ''Alif ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.

Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda, mandikan aku!'' kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.

Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ''Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.'' Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah swt sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.

Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.

Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. ''Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.

Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ''Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?'' Saya diam saja. Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ''Ini konsekuensi sebuah pilihan,'' lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.

Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'' Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.

*kisah diatas adalah kisah yang diceritakan oleh seseorang yang mudahan saja dapat kita ambil makna dari kisah tersebut.

kisah motivasi: maafkan aku kawan

* foto diatas diperankan oleh model dan tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan cerita yang disampaikan


Maafkan aku, Kawan

Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."

--

Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dibanding diterapkan. Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah pertemanan 'hanya' karena sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sebuah sakit hati lebih perkasa untuk merusak dibanding begitu banyak kebaikan untuk menjaga. Mungkin ini memang bagian dari sifat buruk diri kita.

Karena itu, seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya lakukan ketika saya sakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati yang paling penting adalah melihat apakah memang orang yang menyakiti hati kita itu tidak kita sakiti terlebih dahulu. Bukankah sudah menjadi kewajaran sifat orang untuk membalas dendam? Maka sungguh sangat bisa jadi kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia menginginkan sakit yang sama seperti yang dia rasakan. Bisa jadi juga sakit hati kita karena kesalahan kita sendiri yang salah dalam menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Bisa jadi kita tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai gurauan.

*kisah diatas adalah kisah yang diceritakan oleh seseorang yang mudahan saja dapat kita ambil makna dari kisah tersebut.